
Masalah pengelolaan kelas harus ditanggulangi dengan tindakan korektif pengelolaan, sedangkan masalah pengajaran harus ditanggulangi dengan tindakan korektif instruksional. Siswa yang enggan ambil bagian di dalam kegiatan kelompok karena merasa ditolak oleh kelompok (masalah pengeloaan) tidak dapat ditanggulangi dengan membuat kegiatan menjadi lebih menarik (tindakan instruksional), meskipun tentu saja memang tidak dapat dibantah bahwa penarikan diri siswa tersebut akan menghalangi tercapainya tujuan khusus pengajaran yang hendak dicapai melalui kegiatan kelompok yang dimaksud. Sebaliknya hubungan antar pribadi (interpersonal) yang baik antara guru dengan siswa dan antara siswa dengan siswa (suatu petunjuk keberhasilan pengeloaan) tidak dengan sendirinya menjamin bahwa prosedur belajar-mengajar akan menjadi efektif. Yang jelas, pengeloaan kelas yang efektif merupakan prasyarat mutlak bagi terjadinya proses belajar-mengajar yang efektif.
Sebagai pemberian dasar serta penyiapan kondisi bagi terjadinya proses belajar mengajar yang efektif., Penglolaan kelas menujuk kepada pengaturan orang (dalam hal ini terutama siswa) maupun pengaturan fasilitas. Fasilitas di sini mencakup pengertian yang luas mulai dari ventilasi, penerangan, tempat duduk, sampai dengan perencanaan program belajar mengajar yang tepat. Sudah barang tentu yang belakangan ini, terutama yang lebih merupakan pengaturan perangkat lunak (software) telah memasuki kawasan pengajaran.
Demikian pembahasan mengenai pengelolaan kelas dan pengajaran, semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian...
Sumber: Entang, dkk. 1985. Pengelolaan Kelas. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
@
Tagged @ Pendidikan
0 comments:
Post a Comment - Kembali ke Konten